malam yang sunyi dengan luka sejarah yang menghantui, imajinasi.
Cerita panjang lebar akan sebuah peristiwa hingga hadir mengelilingi pikiran, membawa duka dan menjelma sebagai halusinasi.
Hati terasa sempit dan terbatas, pikiranpun kini menerpa separuh jiwa, Usaha dan kerja keras untuk menghibur diri hanyalah usuha belaka,.
tak mempan akan sebuah peristiwa pendidikan, hingga iya menjelma sebagai hantu peristiwa.
Datang dan pergi bagaikan angin yang berhembus kencang, yang terkadang hadir dan terkadang pergi, Tampa memberi ketetapan waktu.
mungkinkah ini sebuah peristiwa pablik atau hanya rasa Canggu akan sebuah peristiwa pendidikan hingga akhir iya membuat kacau balau, dan membuat pikiran terasa sunyi di tengah keramaian.
Ditengah malam yang sunyi dengan tiga sahabat, hanyalah diri yang hina akan kacamata pablik, yang kian merasa sepih di tengah2 kebersamaan kita.
Begitu sempit perjalanan juang, hati pun terasa asing,.
Kini akhir sebuah cerita, yang membuat diri menjadi diri sendiri, dan berusaha mengimani pikiran ini, nan menjelma untuk berusaha mencerdaskan seorang sahabat.
berakhir dengan do,a2 yang suci, dengan mengharapkan kelak akan jadi orang yang berguna, bagi keluarga dan sahabat.