Mendengar kabar orang terdekat dengan kehidupan diri, datang dan pergi tak memberi kabar,.
sebenarnya secera ikatan kekeluargaan mungkin dia sangatlah jauh dari hubungan kekeluargaan, akan tetapi hati seakan-akan tak mau menerima kenyataan.
Yang dimana sebelumnya hubungan dengan dia sebagai kader Masi biasa2 saja dan tak pernah terjadi, saling memarahi dan sebagainya.
Hubungan sebatas kader dan senior hanyalah hubungi biasa2 saja dikalamana itu sudah sering kita lihat di organisasi2 besar, yang berbau dengan organisasi sebatas ruang likup kemahasiswaan.
Namun diri inipun terasa bingung dan bimbang seakan-akan hati tak mau menerima kenyataan atas, kedatangan seorang kader dari rantauan ke kota Mataram, yang takmau memberikan kabar bahwa dia akan datang di kota Mataram di hari Kamis, 26 Agustus tersebut.
Sampai di tengah malam hatipun bertanya2 pada pribadi ini, mungkin kah ada sesuatu yang pernah pribadi ini lakukan yang salah ataukah tidak, sehingga seorang kader pertama kalinya dia datang ke kota Mataram, tak mau memberikan kabarnya,.
dan yang paling membuat hati seakan-akan tak menerima kenyataan dia datang tak berkabar dan tak datang ke tempat pribadi ini.
Kebingungan pun terus berlanjut dan terus bertanya-tanya pada hati dan pribadi ini namun tak bisa menemukan jawabannya,.
Sehingga hati memutuskan dengan do,a kepada Allah, dan mengucapkan, mungkinkah orang yang kita cintai dan sayangi sebagai teman,.
tidak selamanya ia akan nyaman terhadap kita dan hati hanya bisa pasrah kan padah Allah SWT.
Karena diripun tau memamg betul yang salalu kita dengar dari orang2 bahwa betul, bahwasanya semua yang kita miliki itu tak selamanya kita akan miliki.
Bisa saja apa yang kita miliki akan hilang sekejap mata, hingga kenyataan nya hati berpikir bahwasanya hanya tuhan yang kekal abadi memiliki mahluknya.
Dan hanya tuhan adalah salah satu pemilik segalah bentuk yang bernyawa.