Jum,at 27 Agustus.

Di pertengahan malam pukul 03.37 kini tiba hati, yang terasa sunyi akan mengingatmu,.

Mengingatmu sangatlah berat, pun ingin berhenti mengingatmu pulah itu lebih memberatkan hati ini.

Tiba kini hati Terasa hampa nan terasa resah dikala mengingatnya kembali, hingga dikala mana masa ke masa hari ke hari, nan perjalanan yang cukup panjang

Ikatan yang suci, dengan sebatas status pacaran, seringkali iya menghantui imajinasi, hingga sampai larut malum diri ingin berhenti mengingatmu, namun ada saja hantu imajinasi yang selalu memaksa untuk memikirkanmu.

Wahai kasih dan wahai sayangku, apakah ini yang dinamakan rindu, dan apakah ini yang dinamakan cinta, hingga diri ini tak bisa melupakan untuk memikirkan dirimu.

Bertahun-tahun lamanya ikatan hubungan pacaran, sudah kita lewati bersama dan sudah kita rasakan bersama, susah senang pun selalu kita pikul bersama.

Wahai sang kasih begitu lama hubungan ini berjalan melewati lorong-lorong masalah yang menghalangi ikatan cinta kita.

Sanggupkah dirimu bertahan ataukah selamanya dirimu akan pergi,.

Wahai sang kasih sangatlah bera hati menerima kenyataan ini.

Dan aku mengakui bahwa diri ini, sangatlah jauh dari kata suci, namun perlu engkau tahu, hati ini sangatlah tulus dan suci untuk mencintaimu, nan salahkah diri ini yang berusaha menjelaskan dan menyampaikan kebenaran akan masalah yang kita hadapi.

Masalah yang begitu besar memang menyakiti hatimu, akan tetapi sangat cepat dirimu menyerah untuk melawan masalah yang kita hadapi ini.

Bukanka kita sudah berjanji bahkan sudah mengucapkan kalimat yang hampir mendekati dengan kalimat sumpah untuk mempertahankan ikatan ini.

Wahai sang kasih apapun masalah yang menghabat hubungan kita, kita selesaikan bersama demi mempertahankan hubungan yang kita bangun dengan susah paya bertahun-tahun.

Apakah sampai disini saja dirimu mampuh untuk mempertahankan ikatan ini, atau justru dirimu akan lari dari masalah untuk selamanya dan meninggalkan diri ini.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai