Padamu sang pimilik rindu.

diri berkata dibalik rasa rindu, namun semua itu ternyata mimpi dan iya melintas sekejap tampah tau arah untuk berlabuh.

Kini aku mencoba miminta pada yang ada dan selalu miminta pada yang kasih untuk menatap ruang imajinasi,.

Yang tak memberi arah dan memberi rasa yang tak pasti yang berujung pada penglihatan belaka.

Rasa rindu kian bergelimang bagaikan angin yang berhembus yang menghantam pohon dan dedaunan,

rasa rindu yang kian merindu mencari arah tampah memiliki petah untuk berlayar,.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai