Kamis 26 Agustus 2021

Mendengar kabar orang terdekat dengan kehidupan diri, datang dan pergi tak memberi kabar,.

sebenarnya secera ikatan kekeluargaan mungkin dia sangatlah jauh dari hubungan kekeluargaan, akan tetapi hati seakan-akan tak mau menerima kenyataan.

Yang dimana sebelumnya hubungan dengan dia sebagai kader Masi biasa2 saja dan tak pernah terjadi, saling memarahi dan sebagainya.

Hubungan sebatas kader dan senior hanyalah hubungi biasa2 saja dikalamana itu sudah sering kita lihat di organisasi2 besar, yang berbau dengan organisasi sebatas ruang likup kemahasiswaan.

Namun diri inipun terasa bingung dan bimbang seakan-akan hati tak mau menerima kenyataan atas, kedatangan seorang kader dari rantauan ke kota Mataram, yang takmau memberikan kabar bahwa dia akan datang di kota Mataram di hari Kamis, 26 Agustus tersebut.

Sampai di tengah malam hatipun bertanya2 pada pribadi ini, mungkin kah ada sesuatu yang pernah pribadi ini lakukan yang salah ataukah tidak, sehingga seorang kader pertama kalinya dia datang ke kota Mataram, tak mau memberikan kabarnya,.

dan yang paling membuat hati seakan-akan tak menerima kenyataan dia datang tak berkabar dan tak datang ke tempat pribadi ini.

Kebingungan pun terus berlanjut dan terus bertanya-tanya pada hati dan pribadi ini namun tak bisa menemukan jawabannya,.

Sehingga hati memutuskan dengan do,a kepada Allah, dan mengucapkan, mungkinkah orang yang kita cintai dan sayangi sebagai teman,.

tidak selamanya ia akan nyaman terhadap kita dan hati hanya bisa pasrah kan padah Allah SWT.

Karena diripun tau memamg betul yang salalu kita dengar dari orang2 bahwa betul, bahwasanya semua yang kita miliki itu tak selamanya kita akan miliki.

Bisa saja apa yang kita miliki akan hilang sekejap mata, hingga kenyataan nya hati berpikir bahwasanya hanya tuhan yang kekal abadi memiliki mahluknya.

Dan hanya tuhan adalah salah satu pemilik segalah bentuk yang bernyawa.

Indahnya bersahabat.

Kata Sahabat ialah sekelompok orang yang besama2an yang mempunyai fungsi dan pikiran yang sama,.

Dimana iya berperan sebagai satu kesatuan yang saling berhubungan, dengan saling memahami satu sama lain.

Jaman Rasulullah Saw kata Sahabat itu sering digunakan sebagai kalimat baku yang berperan pada lawan bicara, dan iya terpaku pada orang2 sekitar,.

24 Agustus 04 malam.

malam yang sunyi dengan luka sejarah yang menghantui, imajinasi.

Cerita panjang lebar akan sebuah peristiwa hingga hadir mengelilingi pikiran, membawa duka dan menjelma sebagai halusinasi.

Hati terasa sempit dan terbatas, pikiranpun kini menerpa separuh jiwa, Usaha dan kerja keras untuk menghibur diri hanyalah usuha belaka,.

tak mempan akan sebuah peristiwa pendidikan, hingga iya menjelma sebagai hantu peristiwa.

Datang dan pergi bagaikan angin yang berhembus kencang, yang terkadang hadir dan terkadang pergi, Tampa memberi ketetapan waktu.

mungkinkah ini sebuah peristiwa pablik atau hanya rasa Canggu akan sebuah peristiwa pendidikan hingga akhir iya membuat kacau balau, dan membuat pikiran terasa sunyi di tengah keramaian.

Ditengah malam yang sunyi dengan tiga sahabat, hanyalah diri yang hina akan kacamata pablik, yang kian merasa sepih di tengah2 kebersamaan kita.

Begitu sempit perjalanan juang, hati pun terasa asing,.

Kini akhir sebuah cerita, yang membuat diri menjadi diri sendiri, dan berusaha mengimani pikiran ini, nan menjelma untuk berusaha mencerdaskan seorang sahabat.

berakhir dengan do,a2 yang suci, dengan mengharapkan kelak akan jadi orang yang berguna, bagi keluarga dan sahabat.

Moralitas menangis atas bisikan kacamata sosial,.

Perjalanan panjang menatap awan dengan meratapi, sudut pandang masyarakat awam, membuat jiwa terasa bimbang akan sebuah peristiwa pablik.

Hati menangis di saat mendengar bisikan2 pablik pada kedua orang tua.

Hingga terasa bimbang aka sebuah peristiwa, yang bergelimang dengan bisikan kacamata sosial pablik yang menghantui imajinasi.

Hari demi hari kita lalui bersama nan kini tiba, rasa prasangka pablik akan sebuah perjalanan panjang pun sangat lah mamatikan perjuangan.

Cerita panjang dalam hidup yang sedang berjuang terasah sunyi dengan bisikan gangguan pablik, lewat kedua orang tua.

sangatlah berat untuk memilih perjalanan yang bigitu panjang, atas banyaknya gangguan pablik dan bisikan2 yang mematahkan semangat juang.

Namun di balik semua pilihan itu tak ada yang tak berarti hanya saja waktu yang akan menentukan keberpihakan nya.

Rasa percaya diri dengan keyakinan yang besar, yang menginginkan kesuksesan di rantau pun tertanam kuat dan tegak.

Sumua itu terjadi dan berdiri kokoh dengan berpegang teguh akan sebuah pondasi keyakinan ingin sukses di rantauan.

Semua itu tertanam kuat atas dasar Nilai2 yang tertanam dalam hati, dengan pendidikan dasar yang selalu di ajarkan oleh kedua orangtua.

Sebuah kalimat keyakinan yang dimandatkan atas perjalana panjang dengan niatan jalan mencari hidup,.

semua itu terjadi karena motivasi yang lahir dari kalimat2 sang ibu, yang selalu mendo,akan dan yakin akan perjalan anaknya.

Sampai tiba waktu penentuan sikap atas tangisan hati kedua orangtua yang merasa malu atas bisikan pablik pada dirinya, yang selalu menanyakan kabar akan perjalanan anaknya.

Pribadi terasa bimbang atas peristiwa yang menghantui imajinasi prifat ini, Dengan alasan prinsip masih menginginkan perjalanan panjang,.

namun apalah daya hati ini pun harus terpaksa untuk melindungi prasangaka buruk pablik pada prifat lewat kedua orangtua.

Dengan niatan suci dan do,a akan melindungi moralitas kedua orangtua, dan tidak berjanji, namun usaha untuk menghentikan prasangka buruk itu maka harus aku lakukan.

Dengan mengucap kalimat bismillah dan memohon pertolongan Allah SWT, akan ku kejar dan buktikan secepatnya.

Dan besar harapan hati, dengan mengucapkan kalimat jadi dan tidak, sukses dan tidak, hambah percaya kan pada sang pencipta.

Karena sejatinya hidup hanya pada sang pencipta tempat kita kembali, namun jangan pernah berhenti untuk mengejar, impian.

Pesan hidup tetaplah semangat dan berusaha yakinkan dalam hati lewat do,a dan usaha semua pasti akan jadi amiin2 ya’Allah 🤲.

Komitmen

Perjalanan nan panjang hidup yang bergelimang, dosa2 masalalu kini kembali menghantui pikiran.

Komitmen akan sebuah peristiwa, hidup yang berlumuran dosa, dengan niatan suci kini sedang berusaha mengambil langkah2 dijalan yang diridhoi Allah.

Dengan komitmen akan niatan suci pada jalan Allah SWT, hatipun terasa tenang,.

banyak rintangan dan tantangan, akan tetapi jikalau kita berkomitmen, akan niatan suci akan ada saja jalan keluarnya.

Jiwa nan raga hanyalah alusinasi belaka, hidup dan mati hanyalah milik sang pencipta,.

Begitu pulah dengan komitmen jadikanlah komitmen itu sebagai, pedoman maka itu akan kuat pada posisi nya.

Sang pejuang togah.

Wahai sang pejuang, langkah kaki nan pikiranmu sudah telah tiba.

Awal muncul usaha tuk berpikir yang maju kini dimulai dengan, perlombaan perebutan kursi pembatasan,.

Usaha yang begitu sulit kini pun berat tuk memasuki identitas kelagaan, dengan sebutan mahasiswa.

Wahai sang pejuang toga, kini kau telah mendapatkan identitas mu,.

Identitas yang selalu kau damba2kan dengan sebutan mahasiswa, hari ini engkau telah tiba, dimana posisi dan tanggung jawabmu pun engkau harus terima.

Rintangan dan tantangan akan sebuah pembelajaran pun engkau harus terima, atas identitas yang sedang engkau agung2kan.

Identitas itu bukanlah hanya sekedar kau bangga2kan, akan tetapi identitas yang kau pegang teguh hari ini, itu adalah identitas yang harus engkau, jalankan,.

Tugas dan fungsinya mahasiswa pun engkau harus tau, identitas itu bukan hanya sekedar engkau bangga2kan namun, identitas itu justru harus engkau kaji dan telaah dengan baik, dimana akan sebuah fungsi dan tanggung jawabmu.

Jadi mahasiswa bukan hanya sekedar masuk kampus, belajar dan pulang kos saja,.

Namun yang perlu engkau tau mahasiswa itu adalah agen perubahan bagi masyarakat,.

Yang dimana untuk merubah pola pikir masyarakat awam untuk menjadi masyarakat yang maju.

Jadi mahasiswa pun harus jadi agen pengontrol, yang harus engkau lakukan untuk bagaimana mengontrol keadaan masyarakat, yang membutuhkan dirimu, terlebih2 untuk engkau sendiri.

Engkau pulah adalah agen sosial, yang harus menjalani hidup di tengah masyarakat, nan tampa engkau menjadi agen sosial , itu sangatlah sulit untuk engkau, melewati masa2 akan identitas mu.

Tuntutan2 yang begitu berat, akan sebuah identitasmu, janganlah engkau cepat merasa lelah.

Karena sesungguhnya jadi mahasiswa itu adalah orang terpelajar yang lebih tinggi dari semua tingkatan pembelajaran.

Seorang mahasiswa harus jadi mahasiswa yang berprestasi.

Seorang mahasiswa pula harus jadi mahasiswa yang bisa menjadi panutan bagi masyarakat awam.

Hari2 yang harus engkau lewati memang begitu sulit namun janganlah engkau lupa dimanapun engkau berada akan tugas dan fungsi nan tujuan mu.

Masalalu Pemimpin vc kader.

Hari demi hari kian terlewatkan dimana masa ke masa dilalui.

Sebuah peristiwa kini telah terjadi, dimana masa rasa tumbuh akan sebuah ikatan,.

Yang dimana ikatan itu yang dinamakan cinta akan sebuah hubungan, rasa cinta itu lahir dan tumbuh tampak disari.

Hari demi haripun telah dilalui namun ada saja peristiwa yang terjadi,.

tampak disadari rasah yang kian di bangun dengan ikatan nan suci, kini ternodai oleh sebuah peristiwa.

Pemimpin yang seharusnya panutan namun tampak nan tumbuh akan sebuah rasa akan bawahannya,.

Pun Bawahan sangatlah lucu nan tumbuh akan sebuah rasa,.peristiwa pun kian terjadi hari demi hari telah terlewati.

Dunia sangat lah rumit begitu cepat hinggap akan sebuah peristiwa, ikatan yang begitu simpel nan tak lamah kini menumbuhkan, peristiwa baru.

Kata suci dan di sucikan hinggap sekejap mata, nan kina membuahkan tinta2 Nondah, yang akan memunculkan narasi baru, nan tumbuh akan sebuah kebencian.

Anak petani

Jeritan anak petani yang melanjutkan studi di perguruan tinggi kota Mataram NTB.

2016 awal muncul perjalanan hidup nan untuk mencari masadepan demi efektivitas di hari yang akan datang.

Hidup yang bergelimang bagaikan naik turunnya ombak di lautan, hari demi hari kian terlewati pahit manis pun bukan lagi menjadi hambatan perjuangan dan perjalanan yang suci.

Hari demi haripun kini begitu panjang, hati terasa gersah2 kian di tempat yang baru,.

Diri yang hina ini kini pun harus terpaksa terlibat jadi pelaku nan tidak,.

Rasa pasrah atau terpaksa akan sebuah peristiwa kini pun hanya padamu ya’rab hambamu tuk berbagi,.

Entahlah engkau dengar ataukah tidak akupun hanya berusa menggombalinmu, agar kau luluh akan hambah yang hina.

Akupun tau hidup tak sekedar hidup, lantas salahka diri yang hina ini pun terpaksa libatkan dirimu ya’rab atas keterpurukan perjalanan hidup,.

Degradasi

Kata degradasi itu merupakan kemunduran berpikir, atau perubahan berpikir.

1. Generasi pejuang
Generasi pejuang adalah ia yang selalu berusaha dan bersungguh2 untuk mempertahankan, Pancasila sebagai dasar negara.

Mulai dari sila pertama sampai sila ke lima, namun pada era baru2 ini seringkali masyarakat menanyakan yang lebih urjen akan silah ke-lima yang berbunyi, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Keadaan hari ini, ditengah caruk Maruk, Indonesia atas gejola, kehadiran wabah covis 19,.

Sehingga dapat menyebabkan kemunduran, berpikir generasi bangsa, terlihat dari keadaan pendidikan, yang kurang efektif untuk proses belajar mengajar, dapat membuat cara pandang dan berpikir generasi muda, agak kemunduran, atas proses belajar mengajar yang kurang, efektif, dengan memakai segalah, alat komunikasi yang terbatas, untuk bergerak yang lebih, dalam menyampaikan, pendapat.

semisal dalam suatu lembaga pendidikan, teman2 generasi mudah dalam keadaan diskusi virtual, dengan memakai salah satu akun, untuk proses kegiatan belajar,.

dapat membuat argumen, seseorang terbatas, dalam menyampaikan pendapat, pun aktualisasi, penyampaian tersebut,.

2. Penikmat
3. Penghancur.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai