Mahasiswa Hedonisme

kata hedonisme itu berasal dari bahasa Yunani yaitu hedonismos dari akar kata hedone yang memberi artinya “kesenangan”. Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), Hedonisme adalah pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup. “Mahasiswa Hedonisme merupakan mahasiswa yang unik berdasarkan kebiasaannya” yang menjadi hal yang membedakan dengan mahasiswa lain. KebiasaanLanjutkan membaca “Mahasiswa Hedonisme”

Mahasiswa apatis

Mahasiswa apatis merupakan mahasiswa yang tidak mau tahu terhadap persoalan di lingkungan sekitar. entah itu dalam kampus maupun di luar kampus karena mahasiswa apatis akan menonjol untuk membicarakan diri sendiri dan tidak mau tahu terhadap persoalan orang lain maupun persoalan yang terjadi di kalangan sosial masyarakat. hal demikian sebenarnya tidak seharusnya di cerminkan dan diLanjutkan membaca “Mahasiswa apatis”

Mahasiswa 3k kuliah kos kampus.

Kata mahasiswa yang pada dasarnya lebih tercondong untuk mencerminkan hal baik pada bidang pendidikan dan masalah2 tertentu. Sehingga masyarakat pada umumnya mengetahui bahwasanya mahasiswa adalah, seorang yang berperan penting sebagai contoh yang akan mencerminkan kepribadian baik di kalangan sosial masyarakat. dan sebagai contoh untuk membangun polah pikir baru kepada masyarakat banyak. Artiannya mengapa sosial masyarakatLanjutkan membaca “Mahasiswa 3k kuliah kos kampus.”

Senin 27 September

Diri kembali duduk di kantin kampus universitas Islam negeri mataram setelah berapa lama tak ngopi dan rokok di kanting kampus. Hingga beberapa waktu proses belajar mengajar di dalam ruangan menunjukkan jam berkahir belajar. Diripun menuju kanting kampus sebenarnya hanya bertujuan untuk ngopi dan rakok, tetapi ada saja peristiwa yang terjadi tampa di sadari. Membuat diriLanjutkan membaca “Senin 27 September”

Puisi banjir melanda, kota Bima.

Pohon yang rindang nan hijau engkau tukar dengan sebutir jagung yang kau tanam. Akulah hujan . Aku membawa keberkahan dari bumi manusia aku datang sesuai porsi di musimku tidak lebih dan tidak kurang. Ketika kudatang di masalalu tak ada yang mengeluh tentangku, dan ketika kudatang di masa sekarang semua pada risau terhadapku. Bukan aku penyebabLanjutkan membaca “Puisi banjir melanda, kota Bima.”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai